Thursday, 26 July 2012

Khutbah Terakhir Nabi Muhammad S.A.W



Khutbah ini disampaikan pada 9hb Zulhijjah, tahun 10 Hijriah di Lembah Uranah, Gunung Arafah :

"Wahai manusia, dengarlah baik- baik apa yang hendak kukatakan, Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Oleh itu dengarlah dengan teliti kata-kataku ini dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak dapat hadir disini pada hari ini.

Wahai manusia, sepertimana kamu menganggap bulan ini dan Kota ini sebagai suci, maka anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai amanah suci. Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak. Janganlah kamu sakiti sesiapapun agar orang lain tidak menyakiti kami lagi. Ingatlah bahawa sesungguhnya, kamu akan menemui Tuhan kamu dan Dia pasti membuat perhitungan di atas segala amalan kamu. Allah telah mengharamkan riba, oleh itu segala urusan yang melibatkan riba dibatalkan sekarang.

Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikuti dalam perkara-perkara kecil.

Wahai Manusia, Sebagaimana kamu mempunyai hak atas isteri kamu mereka juga mempunyai hak di atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka ke atas kamu, maka mereka, juga berhak untuk diberi makan dan pakaian dalam suasana kasih sayang. Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah-lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak sukai ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.

Wahai Manusia, dengarlah bersungguh-sungguh kata-kataku ini, sembahlah Allah, dirikanlah sembahyang lima kali sehari, berpuasalah di bulan Ramadhan, dan tunaikankanlah zakat dari harta kekayaan kamu. Kerjakanlah Ibadah Haji sekiranya kamu mampu. Ketahui bahawa setiap Muslim adalah saudara kepada Muslim yang lain. Kamu semua adalah sama; tidak seorang pun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam Taqwa dan beramal saleh.

Ingatlah, bahawa, kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggungjawabkan diatas segala apa yang telah kamu kerjakan. Oleh itu Awasilah agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku.

Wahai Manusia, tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan ada lain agama baru. Oleh itu wahai manusia, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu. Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya, necaya kamu tidak akan tersesat selama- lamanya. Itulah ALQURAN dan SUNNAHKU.

Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku, menyampaikan pula kepada orang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang terus mendengar dariku. Saksikanlah Ya Allah, bahawasanya telah aku sampaikan risalahMu kepada hamba-hambaMU.

Wednesday, 25 July 2012

Al-Malikah, Kisah Pelacur yang Menjadi Ahli Surga....


#Alif
Suatu ketika di suatu negeri,
hiduplah seoarang wanita
bernama Al-Malikah. Dia adalah
wanita tunasusila keturunan Bani
Israil. Al-Malikah dikenal di
negerinya sebagai pelacur kelas atas. Bayaran yang ia peroleh
juga cukup tinggi. Kecantikannya sangat terkenal
sehingga banyak pemuda yang
menyukainya. Tidak terkecuali
seorang pemuda bernama Abid.
Abid sebenarnya pemuda miskin
yang taat ibadah. Namun kepopuleran paras cantik Al-
Malikah di seantero negeri
rupanya telah menggoda
keimanan sang pemuda untuk
mencoba menikmati kecantikan
Al-Malikah. Sayangnya untuk bisa bertemu
Al-Malikah, Abid harus
mengeluarkan biaya sebesar 100
dinar. Karena besarnya uang
bayaran itu, Abid harus bekerja
sekuat tenaga untuk mengumpulkan uang. Dia ingin
bertemu dengan ‘pujaan’
hatinya. Setelah uang terkumpul,
datanglah Abid menemui Al-
Malikah. Namun sesuatu yang
mengejutkan terjadi. Ketika Abid
telah berada di hadapan Al-
Malikah, tiba-tiba tubuhnya
menjadi gemetar. Keringat
bercucuran keluar dari sekujur tubuhnya. Yang terjadi, sang
pemuda justru ingin lari dari
tempat itu. Al-Malikah malah
menjadi heran dengan tingkah
Abid yang mendadak berubah. Ketika Al-Malikah sudah berada di
depannya, Abid justru teringat
akan Rab-nya. “Aku takut
kepada Allah, bagaimana aku
mempertanggungjawabkan
perbuatan maksiatku nanti,” kata Abid. Ucapan Abid yang spontan malah
membuat Al-Malikah terkejut.
Entah bagaimana, ucapan Abid
seakan menjadi wasilah yang
memberi kesadaran kepada Al-
Malikah. Di luar dugaan, hati Al- Malikah tersentuh oleh ucapan
Abid yang polos itu. Abid pun lantas pergi menjauh
meninggalkan Al-Malikah. Kakinya
langsung berjalan seribu langkah.
Namun tanpa diduga, belum jauh
Abid meninggalkan tempat itu, Al-
Malikah mengejar dan menghentikan langkah Abid. Al-
Malikah mencegah Abid. Tapi
bukan untuk memaksa Abid untuk
berzina. Yang dilakukan Al-Malikah
justru meminta Abid menikahinya.
Perempuan itu tiba-tiba menangis di depan Abid, sambil memohon-
mohon. Tentu saja kini giliran
tingkah Al-Malikah yang membuat
heran Abid. Bahkan dengan nada mengancam,
Al-Malikah tidak akan melepaskan
langkah Abid sebelum pemuda itu
benar-benar berjanji menikahinya.
Namun usaha Al-Malikah sia-sia.
Abid berhasil menjauh hingga menghilang dari pandangan Al-
Malikah. Keteguhan iman sang pemuda
rupanya telah menawan hati Al-
Malikah. Kata-kata keimanan
yang keluar dari mulut Abid
benar-benar telah membuka hati,
mata dan pikiran sang wanita. Usai pertemuan yang awalnya
untuk bertransaksi maksiat
kepada Allah itu, Al-Malikah
bertekad untuk memperbaiki diri
dan segera keluar ‘lembah
hitam’ pekerjaannya. Tujuannya tak lain, menyempurnakan benih
iman yang mulai tumbuh karena
disiram ucapan sang pemuda. Dia
pun mencari sang pemuda hingga
ke pelosok. Bertahun-tahun Al-Malikah
berjalan keluar masuk kampung
hanya untuk mencari sosok
pemuda teguh iman yang pernah
ditemuinya itu. Namun usaha yang
dilakukan Al-Malikah kandas. Abid mengetahui jika sang wanita
pelacur mencari-cari dirinya.
Karena ketakutannya kepada
Allah, maka Abid selalu
menghindar dan bersembunyi.
Karena ketakutannya yang luar biasa kepada Tuhannya itu,
hingga membuat Abid pingsan lalu
meninggal. Kabar meninggalnya Abid ini
rupanya sampai juga ke telinga
Al-Malikah. Tentu saja kabar itu
membuat Al-Malikah syok dan
bersedih. Usahanya untuk dapat
bersuamikan lelaki saleh harus kandas, sementara benih iman di
hatinya baru saja tumbuh. Al-Malikah lalu bergegas ke rumah
tempat disemayamkannya Abid
untuk bertakziyah. Tekadnya
sudah bulat, memperbaiki diri dan
keimanannya. Karena tekadnya
itu, Al-Malikah lalu berniat menikahi saudara Abid. Dalam
pandangannya, jika ucapan dan
perilaku Abid dapat
mempengaruhi dirinya, apalagi
terhadap saudaranya yang lebih
dekat itu. Pastilah, menurut Al- Malikah, saudara Abid juga
memiliki keteguhan iman yang tak
kalah kokohnya dengan Abid. Ternyata saudara Abid menerima
permintaan dari sang wanita
paras cantik ini. Keduanya pun
menikah, meskipun sebenarnya
Al-Malikah tahu jika baik Abid
maupun saudaranya adalah pemuda miskin. Bagi Al-Malikah
yang sudah bertekad kuat, hal
itu bukan penghalang. Iman di hati
yang telah disiram Abid kini
menjadi kekayaannya yang baru.
Karena kekayan iman baginya lebih besar dari sekadar
kekayaan duniawi. Al-Malikah lalu hidup berbahagia
dengan lelaki saleh, saudara Abid.
Dikabarkan, Al-Malikah menjadi
salah satu perempuan bani Israil
calon penghuni surga. subhanallah ...

Hukum Berjimak Dalam Bulan Ramadhan


Hukum Berjimak Dalam Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan penuh barakah, kita perlu mendidik nafsu agar terpelihara dari sebarang perkara yang dilarang Allah. Nafsu di sini juga termasuk dalam perkara-perkara seperti berjimak dengan suami isteri dalam bulan ramadhan. Sebenarnya tiada larangan untuk suami isteri berjimak dalam bulan ramadhan, akan tetapi ia tidak boleh dilakukan di siang hari ketika sedang menjalani ibadah puasa.
Soal jawab tentang persoalan ini di bawah;
Soalan:
Saya terdapat kemusykilan persetubuhan (suami/isteri) di bulan puasa di siang hari: Ada pendapat mengatakan dibenarkan (jika terlalu tak tahan) melakukannya setelah berbuka puasa dahulu, tidak dikenakan kifarat. Dan ada pula pendapat mengatakan walau apapun keadaan seseorang dilarang sama sekali melakukannya samaada berbuka dahulu atau tidak tetap akan dikenakan kifarat?
Jawapan:
Apabila seseorang membatalkan puasanya dengan bersetubuh, wajib atasnya membayar kaffarah yakni memerdekakan sorang hamba, jika tidak sanggup maka hendaklah berpuasa dua bulan berturut-turut, jika tidak sanggup juga hendaklah memberi makan kepada 60 orang miskin. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: “Abu Hurairah berakata;
Seorang lelaki datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata: “Saya telah binasa ya Rasulallah”.
Rasulullah SAW bertanya: “Apa yang membinasakan engkau ?”.
Dia menjawab: “Saya telah menjimak isteri saya di bulan Ramadhan”.
Maka Rasulullah SAW bertanya: “Apakah engkau sanggup berpuasa dua bulan berturut-turut ?”.
Dia menjawab: “Tidak”.
Rasulullah SAW bertanya lagi: “Apakah engkau sanggup memberi makan 60 orang miskin ?”.
Dia menjawab: “Tidak”.
Kemudian dia duduk di majlis Nabi dan dibawalah kepada Nabi suatu bekas yang berisi 17 gantang kurma. Bersabda Nabi kepadanya: “Sedekahkanlah kurma ini”.
Orang itu bertanya: “Apa kepada orang yang lebih miskin daripada kami. Tidak ada di antara dua pinggir kota Madinah yang lebih berhajat daripada kami”.
Maka tersenyumlah Nabi hingga nampaklah geraham baginda dan bersabdalah Rasulullah SAW: “Pulanglah dan berikan kurma ini kepada keluargamu”. (Riwayat Jamaah)
Hadis ini menyatakan bahawa diwajibkan kaffarah atas orang yang merosakkan puasanya dengan melakukan jimak. Menurut Imam Ahmad dan sebahagian pengikut mazhab Maliki, wajib juga kaffarah atas orang yang lupa bahawa dia berpuasa. Sebab Rasulullah SAW setelah mendengar pengaduan Salamah Ibn Sakhar itu baginda tidak meminta penjelasan apakah ia melakukan dengan terlupa ataupun dengan sengaja.

"BALASAN MENINGGALKAN SOLAT LIMA WAKTU."





SEKSA MENINGGALKAN SOLAT


Apakah yang menyebabkan kamu semua masuk neraka Saqar ini? Mereka menjawab: Kami tidak termasuk golongan orang-orang yang bersembahyang." (AlMudathsir:42,43)


Barang siapa yang meninggalkan sembahyang fardu, seksanya umpama:-



Subuh:

Allah akan mencampakkannya ke dalam neraka jahanam selama 60 tahun.



Zuhur:

Dosanya seperti membunuh seribu orang Islam.



Asar:

Dosanya seperti meruntuhkan Kaabah.



Maghrib:

Dosanya seperti berzina dengan ibu atau bapanya sendiri.



Isyak:

Allah berseru kepada mereka, "Hai orang yang meninggalkan solat Isyak, bahawa Aku tidak lagi reda engkau tinggal di bumi-Ku dan menggunakan nikmat-nikmat-Ku." Segala gerak - gerinya seperti pakai, makan, tidur adalah berdosa kepada Allah.


...........................................................................................................................


Seksaan Ketika Hidup Di Dunia

Allah kurangkan keberkatan umurnya. Rezekinya dipersempitkan oleh Allah. Tidak ada tempat baginya di sisi agama Islam. Doanya tertolak. Hilang cahaya soleh dari wajahnya. Amal kebajikan yang dilakukannya langsung tidak diberi pahala.


Seksaan Ketika Sakaratul Maut

Ia akan menghadapi sakaratul maut dalam keadaan hina. Matinya dalam keadaan menderita kelaparan. Matinya dalam keadaan yang tersangat haus walaupun diberi minum air sebanyak tujuh lautan.



Seksaan Ketika Di Dalam Kubur

Allah akan menyempitkan kuburnya dengan sesempit sempitnya. Kuburnya akan digelapkan. Allah akan menyiksanya dengan pedih sehingga hari Qiamat.


Seksaan Ketika Berada Di Akhirat

Ia akan dibelenggu dan diseret ke padang Mahsyar oleh malaikat. Allah tidak akan memandangnya dengan pandangan belas kasihan. Allah tidak akan mengampuni dosanya dan dia akan disiksa dengan keras di dalam neraka.



SEKSA NERAKA


HUKUM MENGUMPULKAN DUA WAKTU SEMBAHYANG

Dalam kesibukan kadangkala ada antara kita yang lalai atau sengaja mengabungkan waktu sembahyang zuhur dengan asar ( sembahyang di akhir waktu zuhur dan diikuti sembahyang asar sebaik sahaja masuk waktunya)

Renungkan hadis Rasulullah SAW di bawah yang menghalang perbuatan tersebut

Saad bin Abi waqas bertanya Rasulullah SAW mengenai orang yang melalaikan sembahyangnya maka jawab baginda " Iaitu mengakhirkan waktu sembahyangnya dari waktu asalnya hingga sampai waktu sembahyang lain. Mereka telah mensia-siakan dan melewatkan waktu sembahyangnya, maka mereka diancam dengan neraka wail".

Ibn Abbas dan Said bin Al-Musaiyib turut mentafsirkan hadis di atas" Iaitu orang yang melengah-lengahkan sembahyang mereka sehingga sampai kepada waktu mereka neraka jahanam tempat kembalinya".



Dalam hadis yang lain Rasulullah bersabda

Sesiapa yang mengumpulkan dua sembahyang tanpa ada halangan, maka sesungguhnya dia telah memasuki pintu besar dari pintu dosa-dosa besar". (Riwayat Al-Hakim)




Wallahua'lam



SEKSA NERAKA BUKAN KEPALANG

Mereka yang meninggalkan sembahyang akan menerima seksa di dunia dan di alam kubur tidak terlepas daripada tiga seksaan.Tiga jenis seksa di dalam kubur ialah:-

1. Kubur akan menghimpit-himpit serapat yang mungkin sehingga berselisih tulang-tulang dada.

2. Dinyalakan api di dalam kuburnya dan api itu akan membelit dan membakar tubuhnya siang dan malam tiada henti-henti.

3. Akan muncul seekor ular yang bernama "Sujaul Aqra" dan ular itu berkata:


Allah menyuruh aku membelasah engkau kerana engkau mensia- siakan sembahyang Subuh. Ia dipukul dari waktu Subuh hingga naik matahari, kemudian dipukul dan dihentak hingga terjunam ke perut bumi kerana meninggalkan sembahyang Zuhur. Kemudian dipukul lagi kerana meninggalkan sembahyang Asar, begitulah seterusnya dari Asar ke Maghrib, dari Maghrib ke waktu Isyak dan seterusnya hingga ke waktu Subuh semula. Demikianlah berterusan seksaan oleh Sajaul Aqra hinggalah hari Kiamat.



CUAI SOLAT LIMA WAKTU

Didalam neraka Jahanam terdapat wadi(lembah) yang didalamnya adalah ular-ular bersaiz sebesar tengkuk unta dan panjangnya sebulan perjalanan. Kerjanya tiada lain selain mengigit orang-orang yang tidak menunaikan sembahyang semasa hidup mereka. Bisa ular itu pula menggelegak di dalam badan mereka selama 70 tahun sehingga luruh seluruh daging badan mereka. Kemudian tubuh mereka kembali pulih lalu digigit lagi dan begitulah seterusnya.


Seksaan bagi orang-orang yang meninggalkan solat

Orang yang tidak sembahyang akan diseksa dengan 15 seksa; 6 daripadanya akan diterima di dunia, 3 seksa tatkala hendak mati, 3 seksa lagi ketika berada di alam kubur dan 3 seksa lagi di hari kiamat :-.


Enam seksa semasa hidup di dunia:

1. Ditinggalkan berkat pada umurnya.

2. Allah akan menghapuskan tanda-tanda orang salih daripada mukanya.

3. Tiap-tiap amal yang dikerjakan tiada diberikan pahala kepadanya.

4. Segala doanya tiada diperkenankan oleh Allah.

5. Dia dimarahi dan dibenci oleh segala makhluk di dunia.

6. Tidak ada baginya bahagian daripada doa orang-orang salih.




Tiga seksa tatkala hendak mati:


1. Dia mati dalam kehinaan.

2. Mati dalam keadaan yang sangat lapar.

3. Mati dalam keadaan yang sangat haus, sehinggakan jika dituangkan kepadanya sekelian air laut di dunia ini, dia tetap merasa tidak puas




Tiga seksa ketika di alam kubur:



1. Disempitkan kuburnya.

2. Dinyalakan api, di mana dia akan membalik-balikkan dirinya didalam bara api itu.

3. Allah mngerahkan ular yang paling besar untuk menyebat mayat itu, yang mana dinamakan ular itu 'SHAJKUL AKRAK' dan ular itu akan berkata, Sesungguhnya aku telah disuruh oleh Tuhanku untuk memukul engkau dari Subuh hingga ke Zuhur, dipukul pula hingga ke Asar dengan sebab engkau sia-siakan waktu Zuhur. Begitulah seterusnya tiap-tiap hari dan malam sehingga hari kiamat.




Tiga seksa di hari kiamat:



1. Allah memerintahkan malaikat azab agar menghela orang yang tidak sembahyang itu ke dalam neraka.

2. Allah menilik pada orang yang tidak sembahyang itu dengan tilikan yang murka.

3. Allah akan mengira orang yang tidak sembahyang itu dengan kiraannya yang paling berat dan terus disumbatkan ke dalam nerakasebagaimana firman Allah yang bermaksud, "Apa yang membawa kamu ke neraka?





Mereka menjawab, "Kami , tidak sembahyang
 — 

4 Kemuliaan umat Nabi Muhammad SAW berkaitan dengan dosa



Nabi Adam A.S. berkata : Sesungguhnya Allah SWT telah memberi kepada umat Muhammad 4 kemuliaan yang tidak diberikan kepadaku ,

1- Menetapkan tempat taubatku di Makkah sedangkan umat Muhammad diterima taubat mereka di mana-mana tempat.

2- Dahulu aku berpakaian tetapi apabila aku berdosa ditelanjangkan, sebaliknya umat Muhammad berbuat dosa dengan telanjang Allah SWT tetap memberi pakaian pada mereka.

3- Ketika aku berbuat dosa, aku dipisahkan dengan isteriku, tetapi umat Muhammad berbuat dosa tidak dipisahkan dengan isteri mereka.

4- Saya melakukan dosa didalam Syurga lalu dikeluarkan, tetapi umat Muhammad berbuat dosa di luar Syurga kemudian mereka dimasukkan ke dalam Syurga. ".

Kitab Tanbihul Ghafilin. Jilid 1 & 2. M/S: 786.

RAKAN RAKAN SEMUA,BETAPA UNTUNGNYA KITA MENJADI UMAT RASULULLAH S.A.W......MARILAH KITA SAMA2 BERSELAWAT KEATAS RASULULLAH S.A.W TANDA CINTA KITA PADANYA.......

CERITA SEMASA PEMERINTAHAN RAJA DI IRAN




Raja Iran telah memanggil kesemua Ulama Sunnah dan Shia, bertujuan untuk mengetahui perbezaan diantara mereka.

Kesemua Ulama Shiah menghadirkan diri, tetapi seorang Ulama Sunnah tiba sedikit lewat bebanding ulama sunnah yang lain2.

Ulama sunnah tersebut berjalan smabil mengepitkan kasutnya dicelah lengannya.

Ulama Shiah memandang kehairanan sambil berkata, "Kenapa kamu mengepitkan kasut kamu begitu?"

Ulama Sunnah itu menjawab,"Saya terdengar bahawa semasa zaman Rasulullah SAW, Shiah gemar mencuri kasut!"

Ulama Shiah menjawab, "Mana ada Shiah semasa zaman Rasulullah SAW"

Ulama Sunnah seraya berkata,"Jadi perdebatan kite telah tamat. Kesimpulannya, dari mana datangnya agama kamu?"

Ustaz Ahmed Deedat.
Story Happened in Iran During "The Shah" Rule,
.
The Shah Summon Muslim Ulama of Sunnah and Shia,
He Wanted to Shorten the Distance and Sort the Differences in Between,
Shia Ulama Came All.
As for Sunnah, Only One Shikh Showed up Late!!!
He Walked in Holding his Shoes Under his Armpit,
Shia Ulama Looked at Him,
They Said: "Why Do You Enter The Shah Holding Your Shoes"??
He Said: "I Heard that Shia at the Days of Rasul Allah Sallallahu Alaihi Wasallam Used to Steal Shoes"!!
They Said: At Prophet Days there Were No Shia !!!
He Said: "Then Our Debate is Over",
"Where did You Bring Your Religion From"??!!
.
.
.
The Memories of Shikh Ahmed Hoosen Deedat.

Tanda - tanda 100 Hari Sebelum Kematian...



Orang yang bijak adalah orang yang sentiasa mengingati mati. • Tanda 100 hari sebelum sakaratulmaut. Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambaNya dan hanya akan disedari oleh mereka yang dikehendakiNya. Walaubagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini, sama ada mereka sedar atau tidak sahaja. Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar. Seluruh tubuh iaitu dari hujung rambut sehingga ke hujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan menggigil. Contohnya seperti jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar. Tanda ini rasanya lazat dan bagi mereka yang sedar dan berdetik di hati bahawa mungkin ini adalah tanda mati maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sedar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesedaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu sahaja tanpa sebarang munafaat. Bagi yang sedar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati. • Tanda 40 hari sebelum hari mati. Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah SWT. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mula membuat persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang masa. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya. • Tanda 7 hari. Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba-tiba ianya berselera untuk makan. • Tanda 3 hari. Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita iaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dikesan maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit, hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bahagian hujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan. • Tanda 1 hari. Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang iaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya. • Tanda akhir. Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk di bahagian pusat dan ianya akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula. Wallahua’lam..“Demi MASA,,,!! Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian, kecuali (1) orang-orang yang beriman,(2) dan yang beramal soleh (3) dan yang berpesan2 pada kebenaran (4) dan yang berpesan2 pada kesabaran”. ~Surah Al-’Asr.